Wajah-wajah Ceria


Sabtu, 29 November 2008

AKHIRNYA...

Akhirnya…

Empat tahun lalu
sepasang kaki melangkah maju
memburu kejayaan mencari kemenangan
agar suatu lembaran baru dibuka
dalam diri seorang manusia
yang awalnya tenggelam punca, meraba-raba
dan varsiti itu membuka jalan untuknya.

Tiga tahun yang lalu
mula ia mengenal corak warna
di tempat kaki berdiri
memula kanan langkahan
buat ketemu pedoman
agar tiada hanyut tanpa haluan
yang tak bertepian
Perjuangan itu perlu diteruskan
tanpa mengenal erti kesilapan,
kesalahan dan kekhilafan.

Dua tahun yang telah berlalu
pintu sudah kelihatan, menunggu tetamu menerpa
namun si manusia hilang pedoman
kunci di tangan dihilangkan
dibiar tiada bertuan
pintu itu hilang kepercayaan
kerna manusia tiada ketahuan.

Kini, setahun itu menuju ke akhirnya
si manusia sudah menyedari
pintu itu datang kedua kalinya
kunci mula dicari, kunci sudah dijumpai
perjuangan itu meniti noktah
untuk menuju ke akhirnya...


Ierwan Ismail, 5 Mei 2008 - UMKL

LIMA PESANAN

Lima Pesanan

Aku datang dari kanan
membawa pesanan untuk kau
agar kau selalu ingat sakit itu bisa mari,
bila masa tanpa kau inginkan
Tapi kau mahu ikut pesan yang kiri
membiarkan sihat itu berlalu pergi.

Aku datang dari kanan
membawa nasihat untuk kau
agar kau menyedari tua itu semakin mengejar
untuk menangkap kau
Tapi kau masih ikut pesan yang kiri
leka alpa sehingga muda meninggalkan kau pergi.

Aku datang dari kanan
membawa khabar untuk kau
agar kau selalu berjaga
miskin itu bisa menjengah,
bila ia suka tanpa kau minta
Tapi kau tetap ikut pesan yang kiri
dijerat kaya yang membuat kau lali.

Aku datang dari kanan
membawa peringatan untuk kau
agar kau selalu berkira
sempit itu bisa menyekat,
segala amal ibadat
Tapi kau tegas ikut pesan yang kiri
lapang itu kau rugikan tanpa berfikir panjang
dunia ini akan kau tinggalkan.

Aku datang dari kanan
membawa kalam dari Tuhan
untuk kau mengerti
mati itu pasti kan datang
pabila mendapat perintah dari Tuhan
Tapi kau degil ikut pesan yang kiri
Hidup yang dimiliki kau banggai
tanpa kau sedar,
mati itu bisa mengganti.

Ierwan Ismail, 9 Mei 2008 – Bangsar, KL